1.
Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah
metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman
(threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah
yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan
threats). SWOT akan lebih baik dibahas dengan menggunakan tabel yang dibuat
dalam kertas besar, sehingga dapat dianalisis dengan baik hubungan dari setiap
aspek.
Tujuan yang diharapakan
dapat terwujud untuk masa yang akan datang dalam era global saat ini yang
semakin maju adalah profesi akuntan Indonesia dapat bersaing dengan akuntan
luar negeri. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menganalisis
profesi akuntan yaitu lulusan akuntan Indonesia dalam era global dengan
menggunakan Analisis SWOT setelah itu baru dicari strategi yang harus di
implementasikan.
2.
Analisis SWOT terhadap Profesi
Akuntan di Era Global
Kekuatan (Strengths)
Akuntan di Era Global
Strength adalah analisis kekuatan,
situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau
perusahaan pada saat ini. Yang perlu dilakukan di dalam analisis ini adalah
setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan
di bandingkan dengan para pesaingnya.
Analisis strength terhadap profesi
akuntan Indonesia di era Global adalah akuntan sebagai salah satu elemen yang
berkontribusi dengan korporasi dituntut sebagai salah satu penyelamat dari stakeholder.
Keputusan investor untuk berinvestasi atau menarik investasinya bergantung pada
informasi yang diberikan oleh akuntan. Ekpetasi stakeholder terhadap
perusahaan akan bertambah jika manajemen make a good decision based on real
financial report. Maka dari itu akuntan di tuntut agar memberikan laporan
keuangan yang transparan dan akuntabilitas agar menyejahterakan stakeholder
yang mana itu merupakan salah satu tujuan dari korporasi.
Pendekatan open
system dalam kerangka structural functionalism, corporate governance
dapat dideskripsikan sebagai sistem yang beroperasi melalui aturan main (rules
and regulations) tentang bagaimana seharusnya korporasi menjalankan
aktivitasnya didalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Sistem corporate
governance ini dirancang agar mampu melakukan mekanisme check dan balance
dalam menjaga keseimbangan berbagai kepentingan didalam korporasi.
Corporate governance
dengan pendekatan open system dideskripsikan sebagai sistem yang
beroperasi sesuai dengan atau mengacu kepada aturan hukum regulasi agar
korporasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan yang
ditetapkan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam
korporasi harus mengikuti aturan main dalam corporate governance. Dalam
menegakkan prinsip GCG pada perusahaan-perusahaan di Indonesia khususnya
prinsip transparasi dan akuntabilitas, penyajian informasi akuntansi yang
berkualitas dan lengkap dalam laporan tahunan sangat diperlukan. Akuntan
merupakan salah satu profesi yang mendukung diterapkannya corporate
governance.
Weaknesses (W)
Masih banyak akuntan
Indonesia yang susah mendapatkan pekerjaan di negara sendiri dikarenakan banyak
perusahaan yang memakai jasa akuntan asing. Selain itu, masih banyak akuntan
Indonesia yang masih belum menguasai bahasa asing seperti bahasa inggris.
Padahal, pengusaan bahasa asing khususnya bahasa inggris sangat diperlukan
untuk membantu akuntan dalam bekerja. Pemahaman atas standar profesi,
akuntansi, audit, dan bidang terkait yang berlaku secara global dan peningkatan
kualitas individu untuk bersaing secara regional dan global juga masih kurang
dikuasai oleh akuntan Indonesia yang menyebabkan akuntan Indonesia kalah
bersaing dengan akuntan asing yang mencari pekerjaan di Indonesia.
Untuk mengurangi
kelemahan pada profesi akuntan maka ada standar kompetensi lulusan sarjana
akuntansi sebagai berikut:
Kompetensi utama:
a. Mampun menyusus laporan keuangan perusahaan
jasa, dagang, dan manufaktur sesuai standar akuntansi.
b. Mampu menganalisis informasi keuangan untuk
kebutuhan internal perusahaan.
c. Mampu mendesain sistem akuntansi manual dan
berbasis teknologi informasi.
d. Mampu mendesain Kertas Kerja Audit dan
melakukan pengauditan laporan keuangan.
e. Mampu menyusun dan menganalisis laporan keuangan
sector public.
Kompetensi Pendukung:
a. Mampu belajar secara mandiri dan
berkelanjutan (longlife learner).
b. Mampu menganalisis studi kasus akuntansi
dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
c. Mampu menyampaikan pendapat secara jelas baik
secara lisan maupun tulisan serta menghargai pendapat orang lain (communication
skills).
d. Mampu bekerja dalam tim untuk menyelesaikan
kasus (working inteam skills).
e. Kreatifitas dan inovatif dalam memberikan
solusi terhadap studi kasus (problem solving and creative skills).
Peluang (Opportunities)
Opportunity
yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar
suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi
organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun
terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan atau organisasi bila berkembang di
masa depan atau masa yang akan datang.
Akuntan
Indonesia memilki peluang yang sangat besar untuk mengisi lapangan kerja yang
sangat terbuka, mengingat jumlah penduduk Indonesia sebanyak 43 persen dari
jumlah penduduk ASEAN dan angkatan tenaga kerja kita mencapai 125,3 juta orang
pada tahun 2014, bertambah sebanyak 5,2 juta orang dari tahun lalu. Sesuai data
ASEAN Federation of Accountants (AFA) per 25 Januari 2014, Indonesia memiliki
17.649 Akuntan Profesional anggota IAI yang menempati posisi kelima jumlah
Akuntan terbesar AFA setelah Thailand dengan anggota 57.244, Malaysia 30.503,
Singapura 27.394 dan Philipina 22.072 orang.
Perubahan-perubahan
kondisi dinamika local di dalam negeri dan yang dihadirkan oleh era globalisasi
pada saat yang sama juga menghadirkan peluang-peluang baru bagi akuntan Indonesia.
Peluang bagi akuntan Indonesia adalah dalam otonomi daerah. Dengan adanya
desentralisasi ekonomi, daerah kini dipacu untuk mengelola keuangan sendiri
secara efektif dan efisien.
Threats
Threats
yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus
dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai
macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau
organisasi yang menyebabkan kemunduran.
Analisis
tantangan atau ancaman profesi akuntan Indonesia di era Global adalah pada
tahun 2015 akan memasuki era ASEAN Economy Community (AEC) atau yang
sering dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Penyelenggaraan AEC akan
mendorong arus globalisasi yang sangat pesat dalam berbagai sektor. Penerapan Free
Trade Area akan mengakibatkan munculnya akses yang sangat bebas dalam
perdagangan global sehingga mengakibatkan persaingan yang semakin kejam.
Untuk
menghadapi babak baru dalam AEC, akuntan Indonesia harus mempersiapkan diri
menjadi lebih baik dan meningkatkan daya saing. Salah satu cara bagi Indonesia
agar dapat bersaing dengan para akuntan professional regional dalam AEC
adalah dengan mencetak akuntan yang progresif. Maksud dari akuntan yang
progresif adalah akuntan yang memiliki jiwa professional, beretika baik,
dan kompetitif sehingga baik fisik maupun psikis siap untuk menghadapi era AEC
2015. Persiapan lain yang dilakukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam
menghadapi AEC yaitu meluncurkan silabus ujian Chartered Accountant (CA)
Indonesia dalam rangka menyejajarkan akuntan professional Indonesia dalam
kerangka persaingan di ASEAN Economic Community 2015.
Sumber.