Rabu, 13 Januari 2016

Perekonomian Indonesia 2014(bab7)

          Selama tahun 2014, koordinasi kebijakan pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah juga berupaya untuk mendorong reformasi struktural melalui beberapa rekomendasi dan program strategis. Di tingkat pusat, Pemerintah, berdasarkan rekomendasi Bank Indonesia, menetapkan sasaran inflasi tahun 2016-2018 dan kajian rekomendasi di bidang kebijakan energi dan stabilisasi harga pangan. Hal serupa juga dilakukan oleh Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas)) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang memiliki beberapa program unggulan seperti (i) mendorong terciptanya kesinambungan pasokan antara daerah surplus dan defisit yang bentuk kerjasamanya akan mengikuti panduan kerja sama antar daerah yang akan disusun sebagai referensi TPID.
          Namun demikian, beberapa permasalahan masih membayangi upaya pengendalian inflasi ke depan. Dari kelompok administered prices, terdapat permasalah tentang ketahanan dan pengelolaan energi domestik. Subsidi TTL dan LPG 3 kg yang masih cukup. Sementara itu, pembentukan ekspektasi inflasi yang belum sepenuhnya menjangkar pada sasaran inflasi merupakan tantangan bagi upaya pengendalian inflasi ke depan.
          Ke depan, potensi tekanan inflasi akan bersumber terutama dari kelompok pangan, sementara tekanan dari kelompok inti dan administered prices diperkirakan relatif moderat. Dalam kaitan dengan sumber tekanan inflasi tersebut, agar inflasi tetap terjaga pada sasarannya, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan dan mempererat koordinasi pengendalian inflasi dengan Pemerintah.
Sumber
www.bi.go.id/id/publikasi/laporan.../perekonomian/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar