1. Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan
1.
Pengertian Etika
Dalam pergaulan hidup
bermasyarakat, bernegara sampai pergaulan hidup tingkat internasional di
butuhkan satu sistem yang mengatur bagaimana semestinya manusia bergaul. System
penyusunan pergaulan itu jadi saling menghormati serta di kenal dengan sebutan
sopan santun, tata krama, protokoler dan sebagainya.Maksud dasar pergaulan tak lain untuk melindungi kebutuhan semasing yang ikut serta supaya mereka suka, tenang, tentram, terlindung tanpa ada merugikan kebutuhannya dan terjamin supaya tindakannya yang tengah digerakkan sesuai sama kebiasaan rutinitas yang berlaku serta tak bertentangan dengan hak-hak asasi biasanya. Hal tersebut yang memicu tumbuh kembangnya etika di orang-orang kita.
Etika
mencakup analisis dan penerapan konsep
seperti benar,salah, baik, buruk, dan tanggung jawab
Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani
kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya
yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat
tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak, watak,
perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti taetha yaitu adat
kebiasaan. Menurut Brooks (2007), etika adalah cabang dari filsafat yang
menyelidiki penilaian normatif tentang apakah perilaku ini benar atau apa yang
seharusnya dilakukan. Kebutuhan akan etika muncul dari keinginan untuk
menghindari permasalahan – permasalahan di dunia nyata.
2. Prinsip –
Prinsip Etika
a. Prinsip
tanggung jawab
Seorang
profesional harus bertanggung jawab atas profesi yang dimilikinya.
b. Prinsip
keadilan
Prinsip yang
menuntut seseorang yang profesional agar dalam melaksanakan profesinya tidak
akan merugikan hak dan kepentingan pihak tertentu.
c. Prinsip
otonomi
Prinsip yang
dituntut oleh kalangan profesional terhadap dunia luar agar mereka diberikan
kebebasan sepenuhnya dalam menjalankan profesinya.
d. Prinsip
integritas moral
Seorang yang
profesional adalah orang yang mempunyai integritas pribadi atau moral yang
tinggi.
e. Bisnis
Sebagai Profesi yang Luhur
Dunia bisnis
modern mensyaratkan dan menutut para pelaku bisnis untuk menjadi orang yang
profesional.
3. Basis
Teori Etika
a. Etika
Teleologi
Teleologi
berasal dari bahasa Yunani yaitu telos yang memiliki arti tujuan. Dalam hal mengukur
baik buruknya suatu tindakan yaitu berdasarkan tujuan yang akan dicapai atau
berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tidakan yang telah dilakukan. Dalam
tori teleologi terdapat dua aliran, yaitu.
Egoisme etis
Inti pandangan
dari egoisme adalah tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk
mengejar kepentingan pribadi dan memajukan diri sendiri.
Utilitarianisme
berasal dari bahasa Latin yaitu utilis yang memiliki arti bermanfaat. Menurut
toeri ini, suatu perbuatan memiliki arti baik jika membawa manfaat bagi seluruh
masyarakat ( The greatest happiness of the greatest number ).
b.
Deontologi
Deontologi
berasal dari bahasa Yunani yaitu deon yang memiliki arti kewajiban. Jika
terdapat pertanyaan “Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak
karena buruk?”. Maka Deontologi akan menjawab “karena perbuatan pertama menjadi
kewajiban kita dank arena perbuatan kedua dilarang”. Pendekatan deontologi
sudah diterima oleh agama dan merupakan salah satu teori etika yang penting.
c. Teori Hak
Dalam
pemikiran moral saat ini, teori hak merupakan pendekatan yang paling banyak
dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori
hak ini merupaka suatu aspek dari teori deontologi karena berkaitan dengan
kewajiban. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia
adalah sama. Oleh karena itu, hak sangat cocok dengan suasana pemikiran
demokratis.
d. Teori
Keutamaan ( Virtue )
Dalam teori
keutamaan memandang sikap atau akhlak seseorang. Keutamaan bisa didefinisikan
sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan
seseorang untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh sifat yang
dilandaskan oleh teori keutamaan yaitu kebijaksanaan, keadilan, suka bekerja keras
dan hidup yang baik.
4. Egoism
Menurut Rachels (2004: 146) artinya teori mengenai
bagaimana kita seharusnya bertindak, tanpa memandang bagaimana kita biasanya
bertindak. Menurut teori ini hanya ada satu prinsip perilaku yang utama, yakni
prinsip kepentingan diri, dan prinsip ini merangkum semua tugas dan kewajiban
alami seseorang.
Kata ‘egoism’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
adalah tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri
daripada untuk kesejahteraan orang lain, teori yang mengemukakan bahwa segala
perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan
diri sendiri.
Sumber :
- http://kbbi.web.id/etika
- http://universitaspendidikan.com/prinsip-prinsip-etika-bisnis-dan-prinsip-etika-profesi/
- http://kbbi.web.id/egoisme
- http://www.lahiya.com/pengertian-etika/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar